Profil Guru

Yustina Ene Keo

Yustina Ene Keo


,
Loyalty Badge

Guru Pertama


Artikel Inspiratif

Tantangan Guru Dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia ke 80

Tantangan Guru Dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia ke 80 Indonesia segera merayakan Kemerdekaan ke-80, sebuah tonggak sejarah yang menandai delapan dekade perjalanan sebagai bangsa berdaulat. Di balik gemuruh perayaan, ada satu profesi yang memegang peran krusial dalam membentuk masa depan bangsa: para guru. Merekalah arsitek peradaban, pembentuk karakter, dan pendorong kemajuan....

Baca Selengkapnya
Wangari Maathai: Mengajar lingkungan melalui aksi nyata di Kenya.

Wangari Maathai: Mengajar Lingkungan Melalui Aksi Nyata di KenyaDalam lembaran sejarah perjuangan lingkungan global, nama Wangari Maathai bersinar terang sebagai salah satu pelopor yang tak kenal lelah. Lebih dari sekadar seorang aktivis, Maathai adalah seorang visioner yang mengubah lanskap Kenya secara harfiah dan metaforis, mengajarkan dunia bahwa pelestarian lingkungan erat...

Baca Selengkapnya
Seni Rupa: Bukan Sekadar Indah, Tapi Punya Pesan Ini!

Seni Rupa: Bukan Sekadar Indah, Tapi Punya Pesan Ini! Ketika mata kita terpukau oleh keindahan sebuah lukisan, patung, atau instalasi seni, seringkali kita berhenti pada apresiasi visual semata. Warna yang harmonis, komposisi yang seimbang, atau teknik yang memukau memang menjadi daya tarik utama seni rupa. Namun, membatasi seni pada estetika...

Baca Selengkapnya
Video Auto Viral? Ini Cara Bikin Konten Menarik & Bikin Penonton Candu!

Video Auto Viral? Ini Cara Bikin Konten Menarik & Bikin Penonton Candu! Di era digital ini, siapa yang tidak ingin videonya meledak dan ditonton jutaan orang? Istilah 'auto viral' seringkali membuat kita berfantasi bahwa dengan sedikit keberuntungan, konten kita bisa dikenal luas. Namun, realitasnya, virality bukanlah semata-mata keberuntungan, melainkan hasil...

Baca Selengkapnya
Kurikulum SD: Benarkah Hanya Hafalan? Ini Jawabannya!

Kurikulum SD: Benarkah Hanya Hafalan? Ini Jawabannya! Banyak orang tua dan masyarakat yang masih beranggapan bahwa kurikulum Sekolah Dasar (SD) di Indonesia didominasi oleh sistem hafalan. Mulai dari perkalian matematika, nama-nama ibu kota provinsi, hingga definisi-definisi IPA, semua seolah hanya menuntut anak untuk menghafal tanpa memahami. Namun, benarkah demikian? Artikel...

Baca Selengkapnya